MAKASSAR, UPEKS--Dari tiga pasang kandidat calon gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), hanya cagub Anwar Adnan Saleh (AAS) yang tak hadir dalam sosialisasi pemeriksaan kesehatan di Graha Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Panakukang, Makassar, Kamis (28/7). Selebihnya pasangan lainnya Ali Baal Masdar-Tashan Burhanuddin (ABM- TA) dan Salim S Mengga-Abd Jawas Gani (SALIM SAJA) tampak lengkap. AAS tak hadir lantaran sedang mengikuti kegiatan penerimaan penghargaan dari DPR RI di Mamuju, Sulbar. Hanya H Aladin S Mengga yang mewakili pasangan AAS-Aladin ini. Ketua KPU Sulbar, Andi Nahar Nasade, menjelaskan, pemeriksaan kesehatan cagub Sulbar ini akan dilakukan di Rumah Sakit DR Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Sabtu (30/7) besok. Nahar menambahkan, pemeriksaan kesehatan dilakukan di Makassar, karena fasilitas di rumah sakit di Sulbar belum memadai untuk pemeriksaan terhadap tiga pasang kandidat tersebut. "Sulbar belum lengkap. Jadi MoU-nya sudah ada dengan IDI Sulsel jauh hari sebelumnya. Jadi sulsel yang berkompeten untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini secara menyeluruh," katanya saat membuka sosialisasi pemeriksaan kesehatan. Terkait sosialisasi itu, kata Nahar, untuk memberi pengertian kepada pasangan calon tentang apa saja yang akan diperiksa. Sehingga ada data yang harus diisi oleh pasangan calon. "Itu sangat penting bagi tim untuk lakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini untuk mengetahui kondisi kesehatan para cagub," jelasnya. Sementara itu Ketua DPW IDI Sulsel, DR Abdul Kadir mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pada saat sekarang. Meski, beberapa tahun sebelumnya yang bersangkutan pernah mengidap penyakit. "Tapi kami hanya akan melihat kondisi kesehatan para calon pada saat pemeriksaan," ujarnya. Mengingat kepala daerah adalah warga negara pilihan yang memiliki tanggung jawab besar, maka, lanjut DR Kadir, para kandidat perlu status kesehatan tertentu agar dapat melaksanakan tugasnya. Prinsip kerja dalam pemeriksaan nanti, ucap DR Kadir, yakni, melaksanakan pemeriksaan kesehatann yang memenuhi persyatatan objektif ilimiah berdasarkan ilmu kedokteran berbasis bukti dan menggunakan protokol sesuai standar profesi kedokteran. Sementara soal tata kerja tim dokter, jelas DR Kadir, pemeriksaan kesehatan dilakukan di rumah sakit yang mempunyai fasilitas baik dan ditangani oleh tim dokter yang sudah berpengalaman dalam melakukan assessment kesehatan. "Hasil pemeriksaan akan diserahkan ke KPU dan hasil pemeriksaan keseluruhan akan di serahkan ke calon yang bersangkutan," ungkapnya. Beberapa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan salah satunya pemeriksaan psikologi atau kejiwaan para kandidat. Pemeriksaan akan dilakukan di gedung Private Care Centre (PCC) RS Wahidin Sudirohusodo dengan biaya tim pemeriksa ditanggung oleh pemerintah, sementara biaya general chek up akan ditanggung para kandidat senilai Rp5 juta per orang.
sumber:
ujungpandangekspres.com
SAYA TUNGGU KOMENTARNYA DI BUKU TAMU
Home »Unlabelled » Kandidat Ikuti Sosialisasi Kesehatan
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar