Mamuju (ANTARA News) - Calon Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, berjanji akan meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan jika terpilih kembali menjadi Gubernur Sulbar yang kedua kalinya.
"Yang prioritas bagi saya, dan yang perlu dibangun di Sulbar, karena pembangunannya dianggap masih kurang adalah peningkatan pelayanan sektor pendidikan dan kesehatan," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Senin.
Anwar yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi
Sulbar dicalonkan sebagai kandidat cagub oleh DPD II Partai Golkar Sulbar berpasangan dengan Aladin S Mengga
sebagai calon wakil gubernurnya.
Anwar maju di pilkada Sulbar sebagai cagub incumbent dengan didukung tujuh partai Politik diantaranya, Partai Golkar, Hanura, PPP, PDI P, PKS, PKPB, dan PDS, yang memiliki 23 kursi di DPRD Provinsi Sulbar.
Menurut Anwar, persoalan kesehatan merupakan persoalan yang paling mendasar di selesaikan karena dianggap masih kurang meski dalam perjalanannya peningkatan pelayananannya kesehatan di Sulbar telah mengalami kemajuan, setelah terus berupaya ditingkatkan pemerintah.
"Setelah tahun 2010 atau enam tahun setelah Provinsi Sulbar menjadi daerah otonom baru di bawah kepemimpinan
saya sebagai Gubernur Sulbar yang dilantik pada tahun 2006 lalu, maka angka harapan hidup di Provinsi Sulbar meningkat menjadi sekitar 70,8 persen," ujarnya.
Dia mengatakan, angka harapan hidup itu telah meningkat dibandingkan pada tahun 2005 yang lalu atau setahun setelah Sulbar menjadi Provinsi, angka harapan hidup saat itu sekitar 66,4 persen.
Menurut dia, peningkatan angka harapan hidup di Sulbar berkat peningkatan sarana kesehatan di Sulbar seperti tenaga medis yakni dokter sehingga pelayanan kesehatan
dianggap sudah lebih maksimal kepada masyarakat.
Ia mengatakan, selain peningkatan kesehatan, peningkatan pendidikan di Sulbar juga butuh dilaksanakan karena tingkat pendidikan masyarakat di Sulbar dianggap belum mengalami kemajuan karena angka buta aksara di Sulbar masih tinggi mencapai sekitar 76.000 ribu orang dari satu juta penduduknya.
"Masalah pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah pada periode berikutnya di Sulbar, khususnya untuk menangani masalah penduduk buta aksara yang mayoritas terdapat di Kabupaten Polman dengan jumlah penduduk buta aksara mencapai 18.000 jiwa," katanya.
Oleh karena itu, ia mengatakan, jika dirinya terpilih kembali menjadi Gubernur Sulbar yang kedua kalinya periode 2011-2016 maka masalah pendidikan dan kesehatan akan menjadi prioritas bagi pemerintahannya untuk ditingkatkan.
"Jika pelayanan pendidikan dan kesehatan tidak maksimal itu artinya masyarakat Sulbar adalah masyarakat miskin dan tidak merasakan pembangunan kemudian pemerintah akan dinilai gagal melakukan pembangunan serta mensejahterakan masyarakat," katanya.
Sehingga lanjutnya, peningkatan pendidikan dan kesehatan menjadi sangat penting, karena tanpa pendidikan dan kesehatan tidak akan ada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tentunya dengan sumber daya manusia yang lemah maka tidak akan ada pembangunan yang lebih baik. (T.KR-MFH/F003)
sumber:
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar