100 Ayam Di Polman Positif Flu Burung

Dipublish oleh Voucher K-vision on Kamis, 21 Juli 2011





Polman, Sulbar
(Phinisinews) -
Sekitar 100 ekor
ayam miliki warga di
Kabupaten Polewali
Mandar, Sulawesi Barat, positif terjangkit virus flu burung melalui
ternak dari luar Sulbar.
Gejala flu burung ini sudah terjadi
sejak empat hari terakhir, sementara
Dinas Pertanian dan Peternakan
Polman, Kamis, menyatakan telah melakukan antisipasi melalui
penyemprotan disinfektan untuk
menghindari semakin menyebarnya
flu burung.
Kepala Distanak, Syahruddin Haruna
mengaku telah melakukan uji laboratorium terhadap beberapa ekor
ayam warga yang memiliki gejala
terserang virus dan menemukan 100
ekor ayam positif terjangkit virus yang
ditemukan di Kecamatan Matakali.
Sementara beberapa temuan lainnya masih dalam pemeriksaan dan
hasilnya baru bisa dikeluarkan dalam
beberapa hari ke depan, sebab ayam
yang menunjukkan gejala tersebut
juga dikirim ke Balai Besar Veteriner
Kabupaten Maros, Sulsel. Temuan beberapa ternak ayam yang
memiliki gejala terjangkit flu burung
telah terdapat di lima desa, yaitu Desa
Wattang Kecamaatan Polewali, Desa
Buku Kecamaatan Mapilli, Desa
Batetangnga serta Rea Kecamatan Binuang, dan Desa Rappang
Kecamatan Tapango.
"Penyebaran virus ini diperkirakan
berasal dari ayam pedaging yang
didistribusi dari luar dan hal ini
sebelumnya diperkirakan akan terjadi, namun ini bukan merupakan
kewenangan kami untuk
menanggulangi sebab berkaitan
dengan pengawasan yang dilakukan
Distanak Provinsi untuk mengawasi
pasokan ternak unggas yang masuk ke Sulbar," ungkap Syahruddin.
Dikatakan, peristiwan ini hanya
kejadian biasa dan belum masuk
dalam kategori Kejadian Luar Biasa
(KLB), sebab baru 100 ekor ayam
yang positif terjangkit virus tersebut dan baru dinyatakan KLB jika telah
mencapai 1.000 ekor.
"Hal ini hanya kejadian yang biasa
saat menjelang masuknya bulan
puasa, karena banyak pasokan ayam
pedaging dari luar Polman, sebagai faktor utama terjadinya penularan
virus flu burung," ungkapnya
Kendati demikian, Distanak tidak
membiarkan penularan tanpa
melakukan antisipasi sebab akan
berdampak pada warga Polman yang berada di perbatasan Sulbar-Sulsel.
"Saat ini kami telah melakukan
penambahan cairan disinfektan
sejumlah 1.000 liter untuk
mengantisipasi beberapa laporan
warga yang mengaku ternaknya terkena gejala flu burung dan kami
sangat berharap kepada seluruh
warga untuk segera melaporkan
kepada distanak jika ternaknya
menunjukkan gejala tersebut,"
tuturnya. Syahruddin berharap, Distanak Sulbar
tetap melakukan antisipasi di
perbatasan sehingga bukan hanya
mengantisipasi penyebaran virus di
Polman, namun untuk mengantisipasi
penyebaran yang mungkin saja terjadi di seluruh kabupaten di Sulbar.



sumber:
PhinisiNews/Ant

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar