Anwar : Kelemahan Pembangunan di Sulbar harus Diperbaiki

Dipublish oleh Voucher K-vision on Selasa, 09 Agustus 2011

Mamuju (ANTARA News) - Calon
Gubernur Sulawesi Barat Anwar
Adnan Saleh mengakui masih banyak
kelemahan pembangunan di daerah
itu yang harus diperbaiki pada lima tahun mendatang.
"Saya akui masih banyak kelemahan
pembangunan di Sulbar yang masih
perlu diperbaiki dan ditata hingga lima
tahun ke depan, mesti harus diakui
pula sudah banyak keberhasilan pembangunan yang diraih sejak lima
tahun terakhir," kata di Mamuju, Senin. Ia mengatakan, kelemahan
pembangunan yang dianggap masih
ada itulah, yang membuat dirinya
ingin kembali maju bertarung di
pilkada untuk menjadi Gubernur
Sulbar yang kedua kalinya periode 2011-2016. "Di masa pemerintahan yang saya
pimpin selaku gubernur lima tahun
terakhir, sejak terpilih menjadi
gubernur definitif Sulbar sejak tahun
2006, sudah banyak kemajuan
pembangunan yang diraih," katanya. Menurut dia, kemajuan pembangun
yang diraih pemerintah Sulba, di
antaranya, membawa pertumbuhan
ekonomi menjadi daerah dengan
pertumbuhan ekonomi tertinggi di
Indonesia, sekitar 15,1 persen. Selain itu, berhasil membangun
sejumlah infrastruktur, seperti
bandara, pelabuhan dan jalan
nasional yang sudah memadai
sebelumnya.
Dia mengatakan, kelemahan pembangunan yang ada menjadi
tekadnya untuk memperbaiki adalah
masih kurangnya peningkatan
pelayanan sektor pendidikan dan
kesehatan.
Menurut Anwar, persoalan kesehatan merupakan persoalan yang paling
mendasar diselesaikan karena
dianggap masih kurang meski dalam
perjalanannya peningkatan
pelayanannya telah mengalami
kemajuan, setelah terus berupaya ditingkatkan pemerintah.
"Setelah tahun 2010 atau empat tahun
setelah Provinsi Sulbar menjadi daerah
otonom baru di bawah kepemimpinan
saya sebagai Gubernur Sulbar, angka
harapan hidup meningkat menjadi sekitar 70,8 persen, dibandingkan
pada tahun 2005 yang lalu angka
harapan hidup saat itu sekitar 66,4
persen. Namun itu belum memuaskan
dan masih perlu diperbaiki," katanya.
Ia mengatakan, peningkatan kesehatan dan pendidikan di Sulbar
sangat penting karena tingkat
pendidikan masyarakat belum
mengalami kemajuan. Angka buta
aksara di Sulbar masih tinggi,
mencapai sekitar 76.000 ribu orang dari satu juta penduduknya.
"Masalah pendidikan harus menjadi
perhatian serius pemerintah pada
periode berikutnya, khususnya untuk
menangani masalah penduduk buta
aksara yang mayoritas terdapat di Kabupaten Polman dengan jumlah
penduduk buta aksara mencapai
18.000 jiwa," katanya.
Dia mengatakan, jika pelayanan
pendidikan dan kesehatan tidak
maksimal, masyarakat Sulbar tidak merasakan pembangunan dan
pemerintah akan dinilai gagal
melakukan pembangunan serta
menyejahterakan masyarakat,
termasuk kepemimpinannya.
Karena itu, peningkatan pendidikan dan kesehatan menjadi sangat
penting. Tanpa pendidikan dan
kesehatan tidak akan ada
peningkatan kualitas sumber daya
manusia. "Tentunya dengan sumber
daya manusia yang lemah maka tidak akan ada pembangunan yang lebih
baik," katanya.
Anwar maju di pilkada Sulbar
berpasangan dengan calon wakil
gubernur Aladin S Mengga (AAS)
dengan didukung tujuh partai Politik diantaranya, Partai Golkar, Hanura,
PPP, PDI P, PKS, PKPB, dan PDS, yang
memiliki 23 kursi di DPRD Provinsi
Sulbar serta 22 partai non parlemen.



Sumber:
antaranews

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar