Polman, Sulbar (ANTARA News) - Bulog Sub Divre Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyediakan cadangan beras sebanyak 15.000 ton menjelang puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung Agustus hingga September 2011.
Kepala Bulog Sub Divre Polman Laode Amijaya Kamaluddin di Polman, Minggu, mengatakan beras cadangan tersebut untuk dijadikan cadangan beras Pemerintah (CBP), rumah tangga
miskin, dan pemenuhan kebutuhan beras nasional sesuai target yang ditetapkan pusat.
"Saat ini, beberapa lahan persawahan di Polman telah melakukan panen, namun belum begitu banyak dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal Agustus hingga
September 2011," jelasnya.
Menurut Amijaya, pemenuhan cadangan tersebut sangat bertepatan dengan rencana panen raya yang akan dilakukan oleh sejumlah petani di Polman, sehingga dianggap target cadangan bisa segera terpenuhi setelah produksi beras petani dipasok ke Bulog.
Ia juga menganggap, puncak panen pada bulan Agustus mendatang mampu memberikan hasil maksimal meskipun sempat terjadi musim kemarau dan beberapa areal persawahan terancam mengalami gagal panen.
"Meskipun terjadi musim kemarau, namun sebagian besar area persawahan di Polman tidak akan berpengaruh sebab sistem irigasi tetp berjalan maksimal dan melalui pengaturan distribusi air sesuai volume yang dibutuhkan hingga musim hujan datang," jelasnya.
Terkait jumlah cadangan beras yang tersedia saat ini, Amijaya mengatakan masih terdapat sebesar 2.800 ton beras yang bisa dijadikan persiapan untuk tiga bulan mendatang sambil menunggu tambahan cadangan lainnya sehingga mampu memenuhi kuota yang ditargetkan.
Bukan hanya untuk dialokasikan di Polman, Bulog juga menyediakan beras untuk memenuhi kebutuhan pada lima kabupaten di Sulbar, termasuk kabupaten Mamasa dan Mamuju Utara yang belum memiliki persediaan beras yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan
warga.
"Selain memenuhi kebutuhan beras di Polman, kami juga mengupayakan untuk menyediakan suplai beras bagi lima kabupaten di Sulbar agar target kebutuhan beras warga tetap terpenuhi dan tidak sampai terjadi krisis yang akan mempengaruhi kondisi perekonomian warga," tukasnya.
Ia juga mengaku yakin pemenuhan kebutuhan beras di lima kabupaten di Sulbat tetap akan diantisipasi. Bahkan ia mengaku bukan hanya disuplai ke wilayah Sulbar, namun produksi beras Polman juga telah mampu mencapai beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan dan Papua.
(T.PSO-284/ M027)
sumber:
www.antara-sulawesiselatan.com
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar